Raksasa perusahaan B2B baru saja menyatakan kesiapannya untuk mengadopsi teknologi blockchain. Melalui anak perusahaan Alibaba uji blockchain, Ant Financial telah menguji pengiriman uang berbasis blockchain untuk pertama kalinya. Transaksi yang di uji ini menghasilkan waktu yang cepat, butuh tiga detik per transaksi. Berita ini disampaikan pengembang aplikasi memalui Bloomberg pada 25 Juni 2018.
Perusahaan ini dikenal dengan nama AliPay, yang mengerjakan transfer dana antara aplikasi AliPayHK di Hong Kong dan aplikasi pembayaran Filipina GCash. Perencanaan ini merupakan proyek bersama dengan perusahaan telekomunikasi Globe Telecom. Dalam beberapa waktu kedepan, kita akan melihat transaksi cepat dan terdesentralisasi yang diadopsi oleh aplikasi B2B B2C ternama, Alibaba.
Alibaba Uji Blockchain
Walalupun transaksi ini masih belum bisa dimanfaatkan diluar Filipina, tetapi Ant Financial sudah merencanakan ekspansi internasional. Alibaba telah dikenal sebagai perusahaan Ecommerce terbesar saat ini, pengguna aplikasinya berasal dari seluruh dunia. Peningkatan teknologi ini akan berdampak pada kemudahan dan kecepatan menerima dana dari seluruh dunia.
Menurut Jack Ma, CEO Alibaba, bahwa dengan menggunakan blockchain untuk mengirimkan uang lintas perbatasan merupakan salah satu proyek saya yang paling diperhatikan dalam enam bulan terakhir. Mulai dari Hong Kong, layanan ini akan digunakan seluruh dunia di masa depan.
Baca juga: Cello Square, Platform Logistik Samsung Berbasis Blockchain
Blockchain tidak seharusnya menjadi teknologi yang bisa membuat kaya dalam semalam. Masih ada 1,7 miliar orang di dunia yang tidak memiliki rekening bank, tetapi sebagian besar memiliki ponsel. Dampak blockchain dimasa depan mungkin jauh di luar imajinasi kita.
Keterlibatan perusahaan di blockchain ini selama beberapa tahun, AliPay dan Ant International. Perusahaan ini telah mengamankan dana 14 miliar dolar untuk pengembangan blockchain awal bulan Juli 2018. Dibalik rencana ini, Jack Ma pernah mengatakan bahwa cryptocurrency hanya fenomena 'Bulb'. Menurutnya, Bitcoin seperti didorong oleh spekulasi panas, blockchain yang dibangunnya bukan menargetkan Bitcoin.
Baca juga: Resiko Trading Bitcoin Bisa Teratasi Dengan 6 Cara Ini
Jack Ma telah meneliti blockchain selama bertahun-tahun dan sangat meyakini potensi jaringan yang berguna untuk mengatasi privasi dan keamanan data. Sementara, Ant Financial telah memperkenalkan teknologi blockchain pada tahun 2016 lalu.

Komentar
Posting Komentar