Dalam dunia kripto, kita sering mendengar tentang konsensus botcoin. Apa itu konsensus blockchain? Mengapa protokol ini begitu penting dan mempengaruhi jaringan yang menjalankan sistem terpusat? Walaupun desentralisasi dianggap tidak memiliki kemungkinan diubah, tetapi dibaliknya, justru bisa menciptakan masalah besar. Jika pernah mendengar isitlah "Voting" maka untuk inilah konsensus diciptakan.
Apa Itu Konsensus Blockchain?
Secara umum, keputusan konsensus merupakan proses pengambilan keputusan kelompok dimana setiap anggota berkembang dan setuju mendukungnya. Secara profesional, konsensus dianggap sebagai resolusi yang dapat diterima, didukung, kesepakatan umum dan keyakinan kelompok. Tetapi konsensus bukan sebuah pilihan favorit dari setiap individu. Lalu, apa tujuan sebenarnya dari konsensus yang diberlakukan dalam kripto? Tujuan konsensus secara umum diantranya:
- Mencari perjanjian (agreement seeking), mekanisme konsensus harus menghasilkan kesepakatan sebanyak mungkin.
- Kolaboratif, semua peserta bekerja sama untuk mencapai hasil bertujuan menempatkan kepentingan terbaik.
- Koperasi, semua peserta tidak boleh mengutamakan kepentingan sendiri dan bekerja sebagai tim.
- Egaliter, setiap suara memiliki bobot yang sama.
- Inklusif, anggota yang terlibat harus sebanyak mungkin dalam proses pencapaian konsensus. Ini berbeda dengan pemungutan suara, tidak ada keputusan netral.
- Partisipatif, setiap orang harus aktif berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.
Selanjutnya, mekanisme konsensus mana yang harus digunakan untuk menjalankan blockchain? Ada banyak iterasi dari sistem terdesentralisasi peer-to-peer yang gagal karena tidak bisa memutuskan masalah terbesar untuk mencapai konsensus blockchain. Masalah ini yang sering kita dengar sebagai 'Masalah Bizantium'.
Baca juga: Sistem Kerja Teknologi Blockchain, Ini Penjelasannya
Blockchain adalah jaringan besar, bagaimana bisa mempercayai sistemnya? Jika mengirimkan 4 ETH dari wallet, bagaimana mengetahuinya secara pasti bahwa seseorang dalam jaringan tidak akan merusaknya dan mengubahnya menjadi 400 ETH? Ini merupakan salah satu contoh masalah Bizantium umum, dan yang dibutuhkan adalah konsensus yang dapat memastikan seluruhnya.
Apakah Setiap Kripto Punya Konsensus Sendiri?
Nah, konsensus blockchain ini sebenarnya banyak sekali. Tergantung konsensus apa saja yang digunakan disetiap kripto yang bisa saja berbeda dengan kripto yang lain. Bitcoin yang kita kenal mempunyai setidaknya 3 konsensus, yaitu tentang aturan core yang berkaitan dengan transaksi dan penambangan. Konsensus transaksi yang mengatur biaya dan rekam jejak, dan konsensus harga yang berkaitan dengan kepemilikan dan kaitannya dengan mata uang fiat.
Baca juga: Casper Ethereum, Proof of Stake Efisien Dan Hemat Energi
Berbeda dengan konsensus Ethereum (ETH), blockchain ini juga mempunyai konsensus sendiri tentang penambang GPU. Termasuk konsensus yang mengatur PoW dan PoS yang berjalan di algoritma Casper. Ada juga kesepakatan smart contract dan penetapan gas weight (Gwei). Semuanya berdasarkan konsensus yang sudah diputuskan dalam komunitas Ethereum. Begitu juga Ardor yang mempunyai konsensus sendiri untuk childchain yang dimilikinya.
Baca juga: Mengenal Sidechain, Blockchain Ardor Dan Childchain Ignis
Bahkan EOS yang baru-baru ini diluncurkan juga mempunyai konsensus blockchain yang berdeda dari kripto lainnya. Setiap pemilik koin EOS bisa membuat voting sendiri untuk menentukan proyek yang akan dijalankan. Cukup menarik bukan? Penjelasan singkat tentang apa itu konsensus blockchain, untuk memhami bahwa desentralisasi benar-benar membebaskan setiap orang untuk menyuarakan pemikiran masing-masing. Kemudian diterapkan kedalam jaringan yang terhubung keseluruh dunia.

Komentar
Posting Komentar